Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

1.020 Jamaah Umrah Asal Sumbar Tertahan di Arab Saudi Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Shoppe Mall

iNews Padang Situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berdampak langsung pada ribuan jamaah umrah asal Indonesia, termasuk sekitar **1.020 orang jamaah dari Sumatera Barat. Mereka kini masih berada di Arab Saudi dan belum dapat pulang ke tanah air akibat pembatalan dan penundaan sejumlah penerbangan antarnegara.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta maskapai untuk menjamin keselamatan serta kepulangan jamaah.

Shoppe Mall

Jumlah Jamaah Indonesia Terdampak Melonjak Tinggi

Menurut data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jamaah umrah Indonesia berada di Arab Saudi dan terancam tak bisa segera kembali ke tanah air akibat terganggunya rute penerbangan internasional. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 jamaah berasal dari Sumatera Barat yang belum mendapatkan kepastian jadwal kepulangan.

Situasi ini terjadi setelah wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah ditutup atau dibatasi sebagai langkah antisipatif terhadap eskalasi konflik, sehingga banyak penerbangan dibatalkan atau dialihkan sementara.

Penyebab Tertundanya Kepulangan Jamaah

Gangguan jadwal penerbangan ini dipicu oleh ketidakstabilan keamanan akibat serangan Amerika dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026, yang diikuti oleh respons militer dari pihak Iran. Upaya ini meningkatkan risiko keamanan di beberapa wilayah, sehingga banyak maskapai meliburkan rute tertentu dan menunda operasional demi menghindari risiko bagi penumpang.

Jamaah Umrah
Jamaah Umrah

Baca juga: Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Tol Padang-Sicincin Dimajukan ke 2-3 Maret 2026, Cek Jam Penutupan KM 19+000

Pihak maskapai global, termasuk yang biasa mengoperasikan rute ke Arab Saudi dan sekitarnya, melaporkan pembatalan jadwal penerbangan untuk sementara waktu. Hal ini membuat jamaah yang sudah berada di Arab Saudi, seperti mereka dari Sumbar, terpaksa menunda kepulangan.

Respons Pemerintah Indonesia

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah telah mengimbau jamaah untuk tetap tenang, tidak panik, dan terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) serta otoritas konsuler di Arab Saudi, termasuk Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh.

Deputi Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa langkah ini sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan WNI di luar negeri, terutama di tengah kondisi yang belum stabil. Pemerintah juga mengimbau jamaah yang akan berangkat untuk menunda keberangkatan sampai situasi benar-benar kondusif.

Situasi dan Harapan Jamaah

Bagi jamaah umrah asal Sumbar yang tertahan, pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri di tengah niat suci ibadah. Banyak di antara mereka yang berusaha tetap bersabar sambil menunggu kepastian penerbangan pulang, dengan dukungan penuh dari keluarga di tanah air yang terus memantau melalui PPIU dan kontak resmi Pemerintah Indonesia.

Pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Arab Saudi untuk mencari solusi cepat agar jamaah yang tertunda dapat segera kembali ke Indonesia. Fokus utama saat ini adalah keselamatan, kenyamanan, dan kepastian bagi seluruh jamaah umrah yang terdampak.

Shoppe Mall