iNews Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama aparat terkait mengambil langkah strategis dengan memberlakukan sistem one way atau satu arah pada koridor Padang–Bukittinggi selama mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi tinggi sekaligus memperlancar arus lalu lintas di salah satu rute padat di Sumatera Barat.
Skema One Way Saat Mudik dan Balik
Sistem one way akan diterapkan secara berbasis waktu pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sesuai hasil rapat koordinasi antara Pemprov Sumbar dan Kementerian Perhubungan, aturan pengaturan lalu lintas tersebut adalah sebagai berikut:
-
Padang → Bukittinggi: diberlakukan one way pada pukul 10.00–14.00 WIB saat arus mudik.
-
Bukittinggi → Padang: berlaku one way pada pukul 14.00–18.00 WIB untuk arus balik.
Skema ini bertujuan memberikan ruang arus kendaraan yang lebih lebar pada jam-jam ramai sehingga terhambatnya perjalanan dapat diminimalkan.
Alasan Penerapan One Way
Penerapan sistem satu arah ini tidak lepas dari kondisi riil di lapangan. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain:
-
Lonjakan kendaraan yang diperkirakan tinggi pada masa mudik dan libur Lebaran seiring dengan mobilisasi masyarakat yang tetap ingin bersilaturahmi dan berwisata.
-
Keterbatasan kapasitas jalur alternatif, seperti jalur Lembah Anai yang masih dalam tahap konstruksi dan ruas Sicincin–Malalak yang belum dapat difungsikan optimal pascabencana.
-
Medan dan kondisi geografis Sumbar, yang didominasi tanjakan curam, tikungan tajam, serta lereng yang rawan longsor sehingga perlu pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.
Gubernur Sumbar menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam membuat keputusan rekayasa lalu lintas ini. “Kebijakan manajemen arus lalu lintas seperti one way harus siap diterapkan untuk keselamatan dan kelancaran, bukan sekadar memperlancar saja,” ujar salah satu pejabat daerah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/713443/original/gps-140726-5-aji.jpg)
Baca juga: Disurvei 27 Nagari, Dinas PMD Sumbar Matangkan 10 Pilot Project NCH 2026 Berbasis Digital
Koordinasi Lintas Sektor dan Jalan Alternatif
Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada one way saja, tetapi juga menyiapkan jalan alternatif dan penguatan pos pengamanan di titik-titik rawan di sepanjang rute Padang–Bukittinggi. Peninjauan progres kondisi jalur alternatif seperti Malalak dan Lembah Anai dilakukan untuk memberikan pilihan bagi pemudik serta membantu mengurai kepadatan arus kendaraan.
Selain itu, aparat kepolisian, dinas perhubungan, hingga Kementerian terkait saling berkoordinasi untuk memastikan informasi arus mudik sampai kepada masyarakat melalui media informasi dan pos pelayanan di sepanjang jalur.
Harapan Kelancaran dan Keselamatan
Dengan penerapan one way pada jam-jam tertentu, Pemprov Sumbar berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di jalur Padang–Bukittinggi dapat terkelola secara lebih baik, aman, dan nyaman. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk membantu meminimalkan potensi kemacetan panjang serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan yang tidak terkendali.
Pemudik pun diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, mempersiapkan rencana perjalanan secara matang, serta tetap mengutamakan keselamatan selama berada di jalan.






