Dejan Antonic Gantikan Eduardo Almeida di Semen Padang: Rekam Jejak Panjang di Indonesia Jadi Penjamin Kepercayaan
i News Padang– Dalam langkah berani untuk membangkitkan semangat tim yang tengah terpuruk, manajemen Semen Padang FC secara resmi mengangkat Dejan Antonic sebagai pelatih kepala baru, menggantikan posisi Eduardo Almeida. Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO klub, Win Benardino, yang menegaskan bahwa rekam jejak panjang dan pengalaman sang pelatih asal Serbia di Indonesia menjadi pertimbangan utama.
Pengangkatan Antonic ini bukanlah sekadar pergantian pelatih biasa. Ini adalah sinyal kuat dari manajemen untuk segera menghentikan laju negatif tim yang saat ini terpuruk di dasar klasemen Liga 1. Dengan hanya satu kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan, Semen Padang bagai kapal yang kehilangan arah di tengah badai. Kehadiran Antonic diharapkan menjadi nahkoda baru yang mampu membawa Kabau Sirah kembali ke jalur kompetisi.
Rekam Jejak: Aset Terbesar Dejan Antonic
Saat ditanya mengenai alasan pemilihan Antonic, Win Benardino dengan tegas menyebut “rekam jejak” sebagai kata kuncinya.
“Manajemen memilih Dejan berdasarkan hasil keputusan rapat dengan mempertimbangkan banyak hal, salah satunya rekam jejak sang pelatih,” ujar Benardino, seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Di Jantung Sumatera Utara, Ratusan Keluarga Padang Lawas Berjuang Melawan Dahaga
Pernyataan ini sangatlah valid. Nama Dejan Antonic bukanlah nama asing di kancah sepak bola Indonesia. Sejak pertama kali menjejakkan kaki di Tanah Air, pria berusia 57 tahun itu telah membangun karier kepelatihan yang sangat berwarna dan penuh pengalaman. Jejaknya dapat ditelusuri dari satu klub ke klub lainnya, membuktikan daya tahannya dalam menghadapi dinamika sepak bola Indonesia.
Berikut adalah perjalanan karier Dejan Antonic di Indonesia, yang menjadi portofolio tak ternilai bagi Semen Padang:
-
Arema Indonesia (2008): Awal mula petualangannya, membawanya berkenalan dengan salah satu basis suporter terbesar di Indonesia.
-
Pro Duta & Pelita Bandung Raya: Melalui klub-klub ini, Antonic semakin mendalami karakteristik pemain dan liga Indonesia.
-
Borneo FC (2015): Ia adalah salah satu pelatih yang berkontribusi dalam membangun fondasi klub dari Kalimantan yang kini menjadi kekuatan tetap Liga 1.
-
Madura United (2016-2017): Di sini, Antonic mulai menunjukkan taringnya. Ia berhasil membawa Laskar Sapeh Kerrab finis di posisi runner-up Liga 1 2016, prestasi yang mengejutkan banyak pihak.
-
PSS Sleman (2019-2020): Ia diingat sebagai pelatih yang membawa PSS Sleman promosi ke Liga 1 dan menampilkan permainan menarik, menjadikan Super El Jawa sebagai tim yang disegani.
-
Barito Putera (2021-2022): Antonic kembali membuktikan kemampuannya membangun tim yang solid dan sulit dikalahkan, meski dengan sumber daya terbatas.
Portofolio ini menunjukkan sebuah pola: Dejan Antonic adalah pelatih yang berpengalaman, tangguh, dan telah terbukti mampu menangani berbagai jenis klub dengan tekanan yang berbeda-beda. Ia bukanlah pelatih yang asing dengan krisis, tekanan suporter, maupun ambisi manajemen. Pengalaman inilah yang kini sangat dibutuhkan Semen Padang.






