i News Padang– Aura positif semakin menyelimuti markas Persita Tangerang. Dalam laga kandang yang digelar di Indomilk Arena, Sabtu (4/10/2025), Laskar Cisadane berhasil menundukkan Semen Padang dengan skor telak 2-0. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan sebuah momentum yang mendorong Persita melesat ke puncak klasemen, sambil semakin mengubur harapan sang lawan di dasar tangga lagu.
Dominasi Awal yang Hampir Berbuah Cepat
Pertandingan baru berjalan dua menit, namun suara gemuruh nyaris menggema di seluruh penjuru stadion. Hokky Caraka, penyerang andalan, mendapat peluang emas di dalam kotak penalti. Sayung, bola masih bisa diamankan oleh pertahanan Semen Padang. Momen ini menjadi penanda bahwa Persita datang dengan niat bulat untuk menguasai jalannya laga.
Dominasi yang dibangun sejak menit awal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Sebuah tembakan keras dan akurat dari kaki pemain asal Korea Selatan, Bae Sin Yeong, berhasil merobek gawang Semen Padang yang dikawal Ravi Murdianto. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah membuat permainan semakin terbuka.
Baca Juga: Setelah Terputus Lebih Satu Jam, Jalan Padang-Painan Kembali Dibuka
Setelah gol pertama, laga sempat berlangsung lebih alot. Semen Padang berusaha bangkit dan menahan laju serangan Persita. Kedua tim terlibat dalam aksi saling serang, menciptakan pertandingan yang menarik untuk disimak.
Keputusan Carlos Pena yang Tepat Sasaran
Melihat perlawanan Semen Padang yang mulai menguat, pelatih Carlos Pena tidak tinggal diam. Sebuah keputusan strategis diambilnya dengan memasukkan Ahmad Nur Hardianto untuk menggantikan Hokky Caraka.
Keputusan ini ternyata menjadi masterstroke, sebuah langkah jenius yang langsung membuahkan hasil. Hanya beberapa saat setelah masuk, tepatnya pada menit ke-73, Hardianto membuktikan kepercayaan pelatihnya. Ia berhasil mencetak gol dan menggandakan keunggulan Persita menjadi 2-0. Gol ini sekaligus mengunci kemenangan dan meredam semangat tim tamu.
Melompat ke Peringkat Dua: Trek Positif yang Terus Berlanjut
Kemenangan 2-0 ini adalah kemenangan yang sangat bermakna. Tiga poin penuh yang diraih membawa Persita melompat ke posisi kedua klasemen Liga 1 2025/2026 dengan mengumpulkan 13 poin. Kini, jarak mereka dengan pemuncak klasemen, Borneo FC, hanya tersisa tiga poin.
Yang lebih menggembirakan bagi suporter Persita adalah konsistensi yang ditunjukkan timnya. Hasil ini menjadikan Persita sebagai tim yang tak terkalahkan dalam lima laga terakhir. Bahkan, mereka berhasil meraih empat kemenangan beruntun, sebuah tren fantastis yang membangun kepercayaan diri tinggi menuju pertandingan-pertandingan selanjutnya. Performa ini menunjukkan kematangan tim dan efektivitas strategi yang diterapkan Carlos Pena.
Lorong Gelap yang Tak Kunjung Usai untuk Semen Padang
Di seberang lapangan, duka masih menyelimuti Semen Padang. Kekalahan ini semakin memperparah situasi mereka di dasar klasemen. Kabau Sirah—julukan Semen Padang—masih terperangkap di posisi juru kunci dengan hanya mengoleksi empat poin.
Tren buruk mereka terus berlanjut. Tim asuhan Blanko A. Rakyat ini tidak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir mereka di Liga 1. Lebih memprihatinkan lagi, empat laga terakhir mereka semuanya berakhir dengan kekalahan. Situasi ini tentu membutuhkan evaluasi mendalam dan perubahan strategi yang signifikan jika ingin keluar dari zona degradasi.
Pasca Pertandingan: Antara Keyakinan dan Evaluasi
Bagi Persita, kemenangan ini adalah bahan bakar motivasi. “Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh pemain dan staf. Kami percaya dengan proses yang dijalankan,” ujar Carlos Pena dalam konferensi pers. Gol dari Bae Sin Yeong dan Ahmad Nur Hardianto menunjukkan bahwa sumber gol Persita tidak bergantung pada satu pemain saja, sebuah tanda positif untuk kedalaman skuad.
Sementara bagi Semen Padang, perjalanan masih panjang. Mereka harus segera menemukan formula yang tepat untuk menghentikan laju negatif ini. Pertahanan yang masih keropos dan serangan yang kurang tajam menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan.






