Truk Parkir di Bahu Jalan Picu Kecelakaan di Padangbesi, Dishub: Akan Kami Tindak Tegas!
i News Padang– Suara dentuman keras mengoyak kesunyian pagi di kawasan tikungan jembatan sebelum pintu masuk Lemdadika, Kelurahan Padangbesi. Jumat (10/10) pukul 06.40, sebuah sepeda motor Honda Supra bernomor polisi BA 2991 BZ yang melaju dari arah Bandarbuat menghantam bagian belakang truk Nissan Diesel merah bernomor polisi BA 9613 AU. Truk tersebut sedang berhenti di tepi jalan untuk memuat material pasir gunung yang akan diangkut ke kawasan Indarung.
Mulyadi (36), pengendara motor yang merupakan karyawan swasta berdomisili di Kotolua, Kota Padang, terlempar akibat benturan keras. Kepala dan kakinya mengalami luka serius. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu bergegas memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi ke Rumah Sakit Semen Padang Hospital (SPH) untuk perawatan intensif.
Investigasi Polisi: Truk dalam Kondisi Berhenti
Kanit I Satuan Lalu Lintas Polsek Lubukkilangan, Ipda Yunefri, membenarkan terjadinya insiden tersebut. “Kendaraan truk bermuatan pasir gunung dengan tujuan pembongkaran di Indarung sedang berhenti saat mendapat hantaman dari belakang oleh motor tipe Supra,” jelas Ipda Yunefri dalam keterangan resminya.
Pengemudi truk, Afriandi (43) asal Kelok Punggungkasik, Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, selamat tanpa cedera berarti. Truk yang dikemudikannya juga tidak mengalami kerusakan signifikan.

Baca Juga: Dalam Upaya Bangkit dari Dasar Klasemen, Semen Padang Percayakan Tim kepada Dejan Antonic
Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, kecelakaan ini dikategorikan sebagai kecelakaan ringan dengan satu korban luka. Yang mengherankan, kondisi sekitar lokasi kejadian sebenarnya mendukung keselamatan berkendara. Arus lalu lintas saat kejadian relatif lancar, cuaca cerah dengan jarak pandang cukup baik, dan infrastruktur jalan dalam kondisi baik dilengkapi marka dan rambu lalu lintas yang jelas.
Pola Berulang Kecelakaan yang Memakan Korban Jiwa
Tragedi di Padangbesi bukanlah insiden pertama yang melibatkan truk parkir di bahu jalan. Hanya sepekan sebelumnya, pada Kamis malam (2/10), kecelakaan fatal terjadi di Jalan Raya Indarung dekat Masjid Jabal Nur. Sebuah sepeda motor Yamaha Aerox BA 5548 AAB menabrak truk Hino B 9019 SYT yang berhenti di tepi jalan.
Insiden memilukan tersebut merenggut nyawa dua pelajar: Safira Dwi Ramadhani (17) dan Nazilla Maryuanda (17). Sementara pengendara motor, Izati Khasifa Elwi (18), mengalami luka di kepala. Ketiganya sempat mendapat perawatan di RS Semen Padang Hospital, namun dua nyawa muda tidak tertolong.
Polsek Lubukkilangan mencatat, kecelakaan tersebut terjadi di jalur dua arah dengan kondisi jalan menanjak dan aspal baik. Saat itu cuaca gerimis dan lalu lintas tergolong sedang – kondisi yang seharusnya tidak berakhir tragis jika truk tidak parkir di bahu jalan.
Kawasan Rawan: Permukiman Padat yang Jadi Jalur Truk
Kawasan Padangbesi dan sekitarnya merupakan area permukiman padat yang kerap dilalui kendaraan berat pengangkut material. Aktivitas truk yang berhenti untuk memuat pasir gunung atau sekadar beristirahat di badan jalan telah menjadi pemandangan sehari-hari – sekaligus bom waktu yang siap meledak kapan saja.
“Prosedur standar telah kami laksanakan, dimulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, hingga mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan yang terlibat,” tegas Ipda Yunefri mengenai penanganan insiden terbaru ini.
Dishub Padang Angkat Bicara: Aksi Tegas Menanti
Menanggapi insiden beruntun ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menegaskan pihaknya akan meningkatkan razia terhadap truk yang parkir di bahu jalan.
“Kita telah rutin melakukan razia terhadap truk yang terparkir di tepi jalan baik pagi, siang, maupun malam. Seperti hari Selasa lalu, kami juga melakukan penertiban gabungan bersama TNI dan Polri,” ujarnya.
Ances mengungkapkan kekecewaannya terhadap alasan klasik yang sering disampaikan para sopir, seperti beristirahat atau makan. Kebiasaan yang dianggap sepele ini ternyata berpotensi membahayakan nyawa pengguna jalan lain.
“Aksi ketidakpatuhan para pengemudi truk ini sering berulang, dan kami ke depan akan terus melakukan razia serta memberikan tindakan tegas karena perbuatan mereka dapat menimbulkan korban,” tegasnya dengan nada prihatin.






